Menu Close

MELUAPNYA AIR BENDUNG WILALUNG

Pada hari kamis, tanggal 20 Februari 2020 debit air Bendung Wilalung mulai naik pada angka 442 m³. Mulai saat itu, air meluap begitu cepatnya hingga pada pukul 18:00 WIB pintu 9 (Sembilan) yang menuju ke arah Juwana limpas airnya.

Menurut Bapak Karman staf UPTD Pemeliharaan Jalan, Jembatan dan Irigasi Wilayah IV Dinputaru Kabupaten Demak, debit air pada saat itu berada pada kisaran 806 m³. Akhirnya pintu nomor 8 (Delapan) yang menuju arah Juwana dibuka 10 cm. Akan tetapi air masih meluap, mngalir di atas jalan dari Jembatan Bendung Wilalung. Bahkan air menggenangi sawah-sawah petani sehingga menyebabkan tanaman padi tenggelam. 
Pada hari Jum’at (21 Februari 2020) pukul 06:00 WIB pagi debit air Bendung Wilalung terpantau semakin bertambah sehingga membuat masyarakat was-was dan takut akan terjadinya bencana (tanggul jebol) dikarenakan tanggul/walking sepanjang saluran Sungai Wulan sudah hampir limpas. Masyarakat berinisiatif bergotong royong menambah ketinggian tanggul. Diantara penduduk desa yang menambah ketinggian tanggul yakni Desa Sidomulyo (Dempet) dan Sambung (Gajah).

Beliau juga mengatakan penyebab yang dianalisa, antara lain Curah hujan yang sangat tinggi, terutama pada hari Rabu (19 Februari 2020) dan Kamis (Februari 2020) terutama di daerah Dumpil, Sedadi, Menduran, dan Klambu yang menyebabkan air bermuara ke Sungai Wulan/Bendung Wilalung sehingga berdampak pda meluapnya air bendung sehingga mengakibatkan air limpas,
Saluran Sungai Wulan belum pernah dinormalisasi (pengerukan) sehingga terjadi pendangkalan sungai dan Sleding,
Kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah terutama ke aliran sungai serta penggundulan tanaman di hutan/daerah sekitar pemukiman sehingga air langsung bermuara ke sungai tanpa diserap oleh akar pepohonan terlebih dahulu.

Banyak kalangan terlibat dalam usaha penanganan bencana ini, diantaranya para pejabat berbagai instansi, Dinas terkait, hingga masyarakat. Mereka saling berkoordinasi dan berjaga-jaga, bertukar informasi guna mengantisipasi bencana susulan, dalam hal ini limpasnya air di Bendung Wilalung.
Untuk kedepannya bidang terkait akan berkoordinasi dengan propinsi untuk upaya  normalisasi sungai agar kedalaman sungai bisa kembali normal dan bencana tidak lagi menghantui warga, sehingga bencana banjir tidak terjadi lagi di kemudian hari.(sumber:H.Karman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *