Menu Close

Melirik Limbah Batu Bara FABA (Fly Ash Bottom Ash) Sebagai Material Konstruksi

——- Gambar. Kunjungan Bupati Demak ke PLTU Tanjung Jati B Jepara —————

DEMAK- Pemerintah Kabupaten Demak mulai mempertimbangkan pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) batubara PLTU sebagai material konstruksi yang terbukti lebih hemat biaya.
Bupati Demak Bp. H. M. Natsir dengan didampingi oleh kepala Dinas PUTARU Demak Drs. Doso Purnomo dan Kabid Bina Marga Sularno, SST, MT, pada bulan Februari 2019 telah melakukan kunjungan ke PLTU pembangkitan Tanjung Jati B Jepara untuk meninjau ketersediaan material FABA tersebut dan mendapat penjelasan dari Bp. Ir. Komang Pramita, MT selaku general manager PT. PLN (Persero) pembangkitan Tanjung Jati B Jepara bahwa bahan tersebut dapat digunakan oleh pemerintah Demak secara bebas biaya sesuai kebutuhan konstruksi yang diperlukan.
Kepala Dinas PUTARU Kabupaten Demak Doso Purnomo melalui Kabid Bina Marga Sularno menjelaskan, meski FABA batubara terkategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) namun dapat dimanfaatkan untuk campuran semen beton dengan pengolahan khusus yang akan menghilangkan status B3 tersebut. Bahkan tak sekadar lebih kuat dan irit biaya, beton FABA terindikasi mengandung beberapa unsur material yang tahan air laut.
“Rencananya FABA sebagai pengganti material lokal dalam konstruksi beton akan diuji-coba di jalan menuju TPA Wedung. Karena statusnya pilot project, maka selama pengerjaannya akan diawasi para ahli dari Kementerian PU dan Pusjatan Bandung,” demikian disampaikan oleh Bp. Sularno (31/7).
Dengan alokasi dana APBD, direncanakan volume jalan yang akan dikerjakan dengan beton FABA K350 sepanjang 3.200 meter dengan lebar 5,5 meter. Jika dengan beton konvensional eatimasi biaya mencapai Rp 11 miliar, dengan beton FABA disebutkan lebih irit sekitar 20 persen. Sehingga hanya membutuhkan biaya senilai Rp 8,5 miliar.
Penghematan biaya, menurut Sularno, bisa terjadi karena beton FABA tidak membutuhkan tulangan besi baja. Bahkan saking lenturnya, dengan beton nol setebal 60 cm (juga dari beton Faba), diestimasi tidak akan terjadi retak rambut.
Wedung menjadi lokasi uji coba beton FABA karena berada di daerah pesisir. Sehingga udara di sekitaran lokasi dipastikan mengandung material garam. Meski demikian selama uji coba tersebut juga akan dibangun sejumlah titik sumur pantau, yang secara rutin akan dicek ke laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya efek pencemaran lewat resapan air.
“Jika uji coba ini berhasil baik, konstruksi FABA direncanakan juga untuk peningkatan jalan di daerah Sayung dan sekitaran pesisir Demak yang sejauh ini tercatat telah hilang ataubrusak oleh korusi air rob sepanjang 17 kilometer,” menurut bp. Sularno.
Selain telah diuji-coba di Freeport dan PT Pura Kudus, bersamaan Demak konstruksi FABA juga akan diterapkan di Sibolga. Disebutkan, hanya rekanan produsen beton FABA bersertifikat khusus bisa melaksanakan konstruksi (yang diharapkan) ramah lingkungan tersebut. (BM. Kusumaningtyas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *