Menu Close

PENINGKATAN JALAN LOIRENG – PILANGSARI (RUAS NO. 64) (DAK)

Jalan Loireng – Pilangsari adalah ruas jalan yang terdapat di desa Loireng kecamatan Sayung. Jalan ini menghubungan akses transportasi antara desa Loireng dan desa Pilangsari, Tujuan dilaksanakannya kegiatan Peningkatan Jalan Loireng – Pilangsari tersebut melakukan peningkatan pada ruas jalan Loireng – Pilangsari agar dapat berfungsi dengan baik, dengan memperhatikan fungsi, kebutuhan lebar jalan, struktur tanah dan kebutuhan berm/bahu jalan.

Peningkatan merupakan kegiatan proses, cara, perbuatan meningkatkan (usaha, kegiatan, dan sebagainya), oleh karena itu peningkatan jalan merupakan proses meningkatkan kualitas jalan yang berupa pekerjaan konstruksi baik perkerasan jalan beton, aspal, dan sebagainya. Sedangkan Dana Alokasi Khusus (DAK) adalah adalah alokasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara kepada provinsi/kabupaten/kota tertentu dengan tujuan untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan Pemerintahan Daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

Dengan demikian Peningkatan Jalan Loireng – Pilangsari (Ruas No. 64) (DAK) merupakan kegiatan peningkatan kualitas jalan Loireng – Pilangsari yang dalam hal ini menurut SK Bina Marga merupakan Ruas No. 64 dengan sumber anggaran dari dana alokasi anggaran pendapatan dan belanja Negara kepada provinsi/kabupaten/kota untuk kegiatan khusus atau biasa disebut dengan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Peningkatan Jalan Loireng – Pilangsari (Ruas No. 64) (DAK) dilaksanakan pada bulan Juni s/d September tahun 2018, dilaksanakan oleh pihak ke 3 yang dalam hal ini diproses dengan pengadaan secara lelang dan dimenangkan oleh CV. Shinta.

Pelaksanaan kegiatan Peningkatan Jalan Loireng – Pilangsari (Ruas No. 64) (DAK) ditempatkan di ruas jalan penghubung desa Loireng dan Pilangsari dan titik Nol berada di sebelah timur dan dilanjutkan hingga sebelah barat SD Loireng yang sebelumnya diawali dengan kegiatan uitzet untuk menentukan lokasi kegiatan, dan kesesuaian dari perencanaan gambar dengan kondisi di lapangan.

Uitzet Peningkatan Jalan Loireng – Pilangsari

Pelaksanaan kegiatan Peningkatan Jalan Loireng – Pilangsari (Ruas No. 64) (DAK) dilaksanakan menurut perencanaan konstruksi jalan beton dengan hasil panjang 506,16 meter, lebar 5 meter dan ketebalan beton konstruksi K.350 sebesar 20 cm, dengan lapisan beton nol K.125 setebal 10 cm.

Gbr 3. Gambar potongan melintang struktur jalan Loireng – Pilangsari

Kegiatan tahap pertama yang dilaksanakan sebelum pengecoran adalah tahap urugan/leveling tanah padas, gunanya untuk meratakan jalan sehingga pada saat pengecoran, jalan, beton yang dihasilkan rata dan tidak bergelombang. Leveling jalan menggunakan tanah/urugan padas yang diratakan dengan alat berat.

Kegiatan selanjutnya adalah pengecoran beton K.125 atau biasa disebut beton Nol atau beton kurus dengan analisa yang berbeda antara beton nol dan beton kurus.

Beton ini dibuat setebal 10 cm tanpa tulangan sebelum pengecoran beton struktur.

Kegiatan yang terakhir adalah pengecoran beton struktur bertulang dengan mutu K.350, mutu tersebut merupakan mutu standar bina marga.

Adapun setelah kegiatan pengecoran untuk mendapatkan mutu yang baik dan agar beton terhindar dari pengeringan dini, dilakukan perawatan dengan air, perawatan ini segera dilakukan setelah pengecoran sebelum terjadi retak susut basah, dengan cara menutupinya dengan lapisan yang dapat menyerap air.

perawatan ini dilakukan sekurang-kurangnya 7 hari setelah pengecoran.

Pekerjaan 0%
Perawatan beton dengan bahan yang menyerap air
Foto beton nol K.125 Jalan Loireng – Pilangsari
Foto Leveling padas Jalan Loireng – Pilangsari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *