Skip to content

20 Tahun Jadi Akses Vital, Jembatan Glodak Banjarsari Sayung Akhirnya Direkonstruksi

  • by

Demak – Jembatan Glodak di Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak – melintas di atas Kali Tulung. Jembatan sepanjang sekitar 100 meter tersebut dinilai sudah memprihatinkan dan berbahaya, terutama bagi anak sekolah yang setiap hari melintas. Jembatan ini memiliki peran vital karena menjadi penghubung bagi warga dari Sidorejo, Banjarsari, Surodadi, hingga Gemulak.


Menurut Kepala Desa Banjarsari, Haryanto, SH, MH, jembatan tersebut telah dibangun sekitar 20 tahun lalu dan selama ini memiliki peran penting sebagai akses penghubung bagi masyarakat. Kondisinya saat ini sudah tidak layak untuk menunjang mobilitas, sehingga mendapat perhatian Pemkab Demak. Kepala Bapperida Demak Masbahatun Ni’amah, ST, M.Si bersama Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Demak Naning Prihatiningrum S.IP, M.Si telah meninjau langsung pada 15 September 2026. Ikut hadir juga S. Eko Widiantoro, ST (Kabid Bina Marga), Abdul Syukur, ST, MM (Tim Teknis), dan Indra Susanto, ST (PPTK)

Kondisi Eksisting
Panjang eksisting: ∼100 m • Lebar eksisting: 2,2 m • Konstruksi : rangka kayu / plat lama, banyak berlubang, pilar mengalami penurunan elevasi • Umur layanan: ±20 tahun • Fungsi : satu-satunya akses ekonomi, pendidikan, pertanian dan pertambakan empat desa antara Desa Gemulak, Desa Sidorejo, Desa Banjarsari, dan Desa Surodadi.

Rencana Rekonstruksi
Tim Teknis DINPUTARU, S. Eko Widiantoro, ST, Abdul Syukur ST, MM, dan Ganang Restu Panggayuh, ST, menjelaskan, anggaran rekonstruksi dan rehabilitasi Jembatan Glodak telah dialokasikan. Pekerjaan akan memanfaatkan sejumlah material lama yang masih layak, termasuk pilar-pilar dan glagar jembatan, dengan penyesuaian elevasi. Bagian atas jembatan nantinya menggunakan plat beton. Lebar jembatan akan ditambah menjadi hamper tiga meter dari sebelumnya sekitar 2,2 meter
Spesifikasi rencana :
Bentang total : 100 m (dibagi 5-6 bentang @ 15-20 m menyesuaikan pilar eksisting yang layak) • Lebar rencana: 3,0 m bersih (2,75 m jalur + 2x curb/kanstin 0,125 m) • Struktur atas: Plat beton bertulang t=20 cm di atas gelagar baja IWF / girder komposit • Struktur bawah : Rehabilitasi pilar eksisting + penyesuaian elevasi (grouting)+ perkuatan pondasi footplat • Lantai : Plat beton + railing besi siku • Beban rencana : Kelas C (pedestrian + roda 2 dan roda 4 / dump truk 8 ton)

Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Sumber pagu: Rp 700 jt (APBD / DAU infrastruktur) + Rp 300 jt (Dana Pemeliharaan DINPUTARU) Total 1 Milyar
A. Rekonstruksi Utama = Rp 700.000.000
Rekonstruksi : Persiapan Rp 44,5 jt (mobilisasi, bongkar plat lama 220 m2) • Struktur Bawah Rp 189 jt (perkuatan 6 pilar eksisting, penyesuaian elevasi +50 cm antisipasi rob Sayung, footplat) • Struktur Atas Rp 543,5 jt (2x IWF 400×200 sepanjang 100m, plat beton fc 30 t=20 cm volume 60 m3, pembesian D13, railing besi siku 0,004 m’)
B. Pemeliharaan Tambahan = Rp 300.000.000
Oprit & Talud Kali Tulung Rp 78,8 jt • Pemeliharaan Rutin 1 tahun Rp 171 jt (cat, pemeliharaan bulanan, 2 lampu solar cell) • Cadangan PPN & tak terduga Rp 50,1 jt

Metode Pelaksanaan :
•Sosialisasi & pengalihan arus via Jembatan Glodak darurat / Jembatan Gendruwo • Pembongkaran plat atas yang rusak, sisakan pilar layak • Survey elevasi baru (antisipasi rob) + grouting pilar • Erection gelagar baja + bekisting plat beton • Pengecoran plat 3m x 100m, curing 7 hari • Finishing railing dan oprit

Manfaat
Rehabilitasi direncanakan tahun ini untuk memberikan akses yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Dengan lebar 3 meter, arus kendaraan dan aktivitas warga yang melintas menjadi lebih leluasa. Jembatan ini juga membuka akses ke daerah terisolasi, melancarkan distribusi logistic dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *