Skip to content

DIKELUHKAN WARGA RUSAK DAN BERLUBANG, JALUR LAMBAT SULTAN TRENGGONO DAN SULTAN FATAH DEMAK DIPRESERVASI TAHUN INI

  • by


DEMAK – Keluhan pengguna jalan terkait kondisi jalur lambat di Jalan Sultan Trenggono dan Jalan Sultan Fatah, Demak, terus menguat dalam beberapa bulan terakhir.Warga mengeluhkan permukaan jalan yang bergelombang, berlubang, dan tergenang saat hujan, padahal jalur lambat berfungsi vital untuk memecah arus kendaraan lokal dan mengurangi fatalitas di jalur cepat nasional. Di platform aduan resmi, Pemkab sebelumnya menyampaikan permohonan maaf terkait ketidaknyamanan tersebut.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan di jalur lambat dikarenakan dampak perbaikan jalan yang kurang sempurna, selanjutnya kedepan akan kami rencanakan untuk perbaikannya”

Jalan Sultan Trenggono dan Sultan Fatah sendiri merupakan akses utama perkotaan Demak dengan aktivitas pertokoan, sekolah, dan permukiman padat, dengan volume harian mencapai 1-3 juta jiwa per segmen jalan. Jalan Sultan Trenggono dan Sultan Fatah merupakan arteri primer Kabupaten Demak. Keberadaan jalur lambat bertujuan untuk memisahkan kendaraan lokal berkecepatan rendah dengan kendaraan antar-kota berkecepatan tinggi. Namun kondisi eksisting menunjukkan degradasi.
Menanggapi banyaknya aduan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DINPUTARU) Kabupaten Demak melalui Bidang Bina Marga memastikan respon cepat telah disiapkan tahun ini. Preservasi jalur lambat tidak cukup hanya dengan penambalan, melainkan peningkatan struktural.
Pemkab Demak melalui APBD Tahun Anggaran 2026 mengalokasikan preservasi khusus untuk jalur lambat, bukan hanya tambal sulam :

  1. Peningkatan Jalur Lambat Jalan Sultan Trenggono: Rp 2 Miliar
    Fokus pada rekonstruksi perkerasan yang rusak berat, perbaikan drainase tepi yang menyebabkan genangan, dan perataan kembali jalur yang bergelombang akibat beban kendaraan.
  2. Peningkatan Jalan Bintoro – Demak (Jalur Lambat Depan SMA N 1 Demak): Rp 1 Miliar
    Ruas ini merupakan bagian dari koridor Jalan Sultan Fatah yang paling banyak dikeluhkan pelajar, wali murid, dan pengguna karena posisinya di depan zona sekolah dan kantor. Anggaran akan digunakan untuk betonisasi / overlay dan peninggian bahu jalan.
    Kepala Bidang Bina Marga DINPUTARU Kabupaten Demak, S. Eko Widiantoro, S.T., dalam keterangan sebelumnya menyebut kan bahwa pemeliharaan ruas Jalan Sultan Fatah sampai ruas Jalan Pemuda menjadi prioritas rutin pemeliharaan kabupaten.
    Dengan preservasi total Rp 3 Miliar ini, diharapkan proporsi jalan kabupaten dalam kondisi mantap sesuai target RKPD Demak 2026 dapat tercapai dan keluhan warga terkait jalur lambat bisa tuntas sebelum musim penghujan di akhir tahun 2026.
    Masyarakat diminta tetap berhati-hati dan dapat menyampaikan aduan lanjutan melalui kanal LaporGub Jateng atau SPAN Lapor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *