Kompetensi Sumber Daya Aparatur dalam melaksanakan tugas serta pekerjaan sesuai dengan job ataupun tusi yang dimiliki satu organisasi, menjadi salah satu kunci penting dalam penyelenggaraan pelayanan yang prima untuk para pelanggan, dalam hal ini adalah masyarakat atau penerima layanan.
Dilatarbelakangi adanya maksud untuk meningkatkan kompetensi, menambah pengetahuan sekaligus pengalaman bagi seluruh ASN maupun honorer yang ada di Bidang Tata Ruang dan Pertanahan khususnya dalam melaksanakan pekerjaan yang terkait layanan kepada masyarakat di bidang tata ruang, diselenggarakanlah rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis Layanan Konsultansi, Informasi Tata Ruang dan Kaji Terap Tata Kota selama 5 hari berturut-turut.
Mengambil tema “Pelayanan Publik Prima, Ruang Nyaman Berkelanjutan”, kegiatan pada hari pertama Selasa tanggal 17 Oktober 2023 dimulai den
gan pelaksanaan pembelajaran secara indoor melalui kegiatan bimbingan teknis menghadirkan narasumber yang expert di bidangnya. Acara pembelajaran indoor yang dilaksanakan di RM Malaya, Jalan Lingkar Kudus-Demak dibuka dengan pengarahan Ibu Rudatin Suryandari, ST. M.Si selaku Plt. Kepala DINPUTARU. Dilanjutk
an dengan penyampaian materi dengan dua muatan utama yaitu “Penyusunan Pedoman Standar Pelayanan Publik” oleh Bapak Tri Edy Utomo, AP, M.Si (Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Demak) serta “Mekanisme Pelaksanaan Konsultasi Publik dalam Penyusunan dan Evaluasi SOP” oleh Ibu Sulistyawati, SS (Analis Kebijakan Ahli Muda selaku Subkoordinator Tata Laksana dan Pelayanan Publik Setda Kabupaten Demak).
Penyampaian materi selanjutnya dilakukan dengan metode klasikan dan ice breaking oleh Ibu Nur Chasanah, S.Psi, M/Psi Psikolog (Psikolog sekaligus Asesor SDMA pada BKPP Kabupaten Demak) dengan tema “Membangun Soliditas Teamwork untuk Pelayanan Prima”. Acara bimbingan teknis ditutup dengan penyampaian rundown rangkaian kegiatan hari kedua sampai hari kelima.
Adapun lokus kegiatan kaji terap tata kota yang dipilih adalah wilayah Provinsi Bali. Lokasi ini dipilih dengan pertimbangan sebagai berikut :
- Pengembangan pariwisata berbasis budaya yang diterapkan oleh Pemprov Bali menjadi dasar dalam penataan kota sekaligus penataan spot-spot pola ruang di wilayah tersebut sehingga sangat menarik untuk diamati secara langsung guna mendapatkan pengalaman on the spot.
- Konsep penataan desa dengan tema (tematik) adat, budaya, bersih, tertata di Desa Panglipuran Kabupaten Bangli Provinsi Bali menempatkan desa ini menjadi Desa Terbersih nomor 1 di Indonesia sekaligus nomor 3 di dunia layak dikunjungi secara langsung utamanya untuk melihat implementasi pengelolaan ruang terbuka hijau yang harmonis dengan rumah tinggal para penduduk.
- Kota yang sangat terkenal sebagai kota pariwisata di Pulau Dewata Bali ini mendorong banyaknya perubahan dan kemajuan dari sarana dan prasarananya. Hal ini dapat terlihat dengan mulai banyak infrastruktur yang dibangun untuk mendukung kesejahteraan warganya. Meski Bali terus melakukan pembangunan, fokusnya tetap menjaga keseimbangan alam dan kebudayaan.
- Bali yang sangat terkenal sebagai kota pariwisata tentunya mengalami tekanan dan pengaruh dari banyak budaya dari tempat lain. Meskipun demikian dalam melakukan pembangunan khususnya pembangunan infrastruktur, fokusnya tetap menjaga keseimbangan alam dan kebudayaan. Konsistensi dan komitmen ini perlu dicontoh sehingga Bali mampu membranding dirinya sebagai wisata berbasis budaya.
Dengan dilaksanakannya rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis Layanan Konsultasi, Informasi Tata Ruang dan Kaji Terap Tata Kota semoga mampu menambah semangat bekerja dan berkinerja teman-teman Bidang Tata Ruang dan Pertanahan dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh pengguna layanan sekaligus mampu menghadirkan konsep penataan kota yang nyaman, aman, produktif dan berkelanjutan untuk Demak tercinta. (Bidang TRP)



