Banjir yang sedang melanda Kabupaten Demak memantik solidaritas di tingkat Organisasi Pemerintah Daerah (OPD). OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak bersama masyarakat dan berbagai elemen instansi bahu-membahu membantu proses penanganan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinputaru) Kabupaten Demak turut mengerahkan personil secara bergilir setiap harinya membantu di Dapur Umum PMI Demak, memantau naik turunnya air di Pos Jaga Bendung dan siaga di Posko Pengungsian. Plt. Kepala Dinputaru Demak, Rudatin Suryandari, ST, M.Si menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kepada sesama yang sedang terdampak banjir.
“Terkait penanganan banjir ini, Dinputaru Demak bertugas berkoordinasi dan memfasilitasi laporan ke Balai Besar Wilayah Sungai dan Pemerintah Pusat terkait kerusakan-kerusakan yang ada, mana saja titik-titik yang jebol. Selain itu, kita juga ikut berpartisipasi memperbaiki yang jebol dengan menyediakan karung dan tanah bekerja sama dengan masyarakat.“ Ungkapnya.
Selain menurunkan personil di titik strategis penanganan banjir, Dinputaru Demak juga ikut menghimpun donasi dalam bentuk logistik yang disesuaikan dengan kebutuhan pengungsi di posko. Donasi sukarela ini dihimpun dari staff/pegawai Dinputaru dan didistribusikan pada Selasa kemarin (13/02).
Sebagai informasi, menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak per 14 Februari 2023 pukul 17.00 WIB, 12 Desa di Kecamatan Karanganyar, 6 Desa di Kecamatan Mijen dan 7 Desa di Kecamatan Gajah masih terdampak banjir. Sebanyak 22.518 jiwa mengungsi, 1.412 hektar sawah terendam, 38 sarana ibadah dan 64 sarana pendidikan masih terdampak banjir.




